Informasi pola tradisonal plus untuk budidaya udang vannamei sampai
saat ini masih sangat terbatas.
Persiapan Tambak
Pengeringan atau Pengolahan dasar Tambak
Air dalam tambak dibuang, ikan-ikan liar diberantas dengan
saponin, genangan air yang masih tersisa dibeberapa tempat harus dipompa
keluar. Selanjutnya tambak dikeringkan sampai retak-retak bila perlu dibalik
dengan acra ditraktor sehingga H2S menghilang karena teroksidasi.
Pengeringan secara sempurna juga dapat membunuh bakteri patogen
yang ada di peralatan tambak.
Pemberantasan Hama
Pemberantasan ikan-ikan dengan sapion 15-20 ppm (7,5-10kg/ha)
dengan tinggi air tambak 5 cm.
Pengapungan dan Pemupukan
Untuk menunjang berbaikan kualitas tanah dari air dilakukan
pemberian kapur bakar (CaO), 1000 kg/ha, dan kapur pertanian sebanyak 320
kg/ha. Selanjutnya masukkan air ke tambak sehingga tambak menjadi macak—macak
kemudian dilakukan pemupukan dengan pupuk urea (150 kg/ha), pupuk kandang (2000
kg/ha).
Pengisian Air
Pengisian air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak
telah rampung dan air dimasukkan ke dalam tambak secara bertahap. Ketinggian
air tersebut dibiarkan dalam tambak selama 2-3 minggu sampai kondisi air
betul-betul siap ditebari benih udang. Tinggi air di petak pembesaran
diupayakan lebih dari 1,0 m.
Penebaran Benih
Penebaran benur udang vannamei dilakukan setelah plankton tumbuh
baik (7-10 hari) sesudah penumpukan. Benur vannamei yang digunakan adalah PL 10
– PL 12 berat awal 0,001 g/ekor diperoleh dari hatchery yang telah mendapat
rekomondasi bebas patogen, Spesifik Pathogen Free (SPF).
