Sunday, April 23, 2017

Persiapan Tambak



 Informasi pola tradisonal plus untuk budidaya udang vannamei sampai saat ini masih sangat terbatas.

Persiapan Tambak
Pengeringan atau Pengolahan dasar Tambak
Air dalam tambak dibuang, ikan-ikan liar diberantas dengan saponin, genangan air yang masih tersisa dibeberapa tempat harus dipompa keluar. Selanjutnya tambak dikeringkan sampai retak-retak bila perlu dibalik dengan acra ditraktor sehingga H2S menghilang karena teroksidasi.


Pengeringan secara sempurna juga dapat membunuh bakteri patogen yang ada di peralatan tambak.
Pemberantasan Hama
Pemberantasan ikan-ikan dengan sapion 15-20 ppm (7,5-10kg/ha) dengan tinggi air tambak 5 cm.
Pengapungan dan Pemupukan
Untuk menunjang berbaikan kualitas tanah dari air dilakukan pemberian kapur bakar (CaO), 1000 kg/ha, dan kapur pertanian sebanyak 320 kg/ha. Selanjutnya masukkan air ke tambak sehingga tambak menjadi macak—macak kemudian dilakukan pemupukan dengan pupuk urea (150 kg/ha), pupuk kandang (2000 kg/ha).

Pengisian Air
Pengisian air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak telah rampung dan air dimasukkan ke dalam tambak secara bertahap. Ketinggian air tersebut dibiarkan dalam tambak selama 2-3 minggu sampai kondisi air betul-betul siap ditebari benih udang. Tinggi air di petak pembesaran diupayakan lebih dari 1,0 m.

Penebaran Benih
Penebaran benur udang vannamei dilakukan setelah plankton tumbuh baik (7-10 hari) sesudah penumpukan. Benur vannamei yang digunakan adalah PL 10 – PL 12 berat awal 0,001 g/ekor diperoleh dari hatchery yang telah mendapat rekomondasi bebas patogen, Spesifik Pathogen Free (SPF).
loading...
Disqus Comments